Tiga Calon Hukum Tua Tondegesan Tampil Harmonis di Acara Baptisan, Nyanyikan Lagu Persatuan dan Jadi Teladan Demokrasi Desa

  • Bagikan

TONDEGESAN, MINAHASA – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai acara syukur baptisan anak dari salah satu Calon Hukum Tua Desa Tondegesan, Lucky Kalengkongan, yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan.

Momen yang menjadi perhatian masyarakat tersebut bukan hanya karena pelaksanaan ibadah syukur baptisan, tetapi juga karena hadirnya tiga Calon Hukum Tua Desa Tondegesan yang menunjukkan kebersamaan dan persaudaraan di tengah proses demokrasi desa yang sedang berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, ketiga calon hukum tua tampak menyatu bersama keluarga, tokoh masyarakat, dan para undangan. Bahkan, mereka bersama-sama membawakan lagu rohani berjudul “Alangkah Bahagianya Hidup Rukun dan Damai”, yang sarat dengan pesan persatuan, kasih, dan kerukunan antar sesama.

Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir. Di tengah dinamika pemilihan hukum tua yang biasanya identik dengan persaingan, ketiga calon justru memperlihatkan kedewasaan berdemokrasi dengan mengedepankan nilai persaudaraan dan kebersamaan.

Ibadah syukur baptisan dipimpin oleh Pdt. Diana Sompie, S.Th, selaku Ketua BPMJ GMIM Syalom Tondegesan. Dalam pelayanan firman, jemaat diajak untuk senantiasa hidup dalam kasih, menjaga persatuan, serta mengutamakan kehendak Tuhan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat.

Acara syukur tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, yang hadir bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Minahasa, Camat Kawangkoan, Camat Kawangkoan Barat, Camat Kawangkoan Utara, serta Camat Tompaso.

Selain itu, hadir pula para tokoh agama dari berbagai denominasi gereja, hamba-hamba Tuhan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para undangan yang datang untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang berbahagia.
Kehadiran tiga calon hukum tua dalam suasana yang penuh kekeluargaan tersebut menjadi gambaran bahwa pesta demokrasi di tingkat desa dapat berlangsung dengan damai, santun, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Banyak pihak berharap momen yang terjadi di Desa Tondegesan ini dapat menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di Kabupaten Minahasa yang dalam waktu dekat akan melaksanakan Pemilihan Hukum Tua. Perbedaan pilihan politik hendaknya tidak menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat, melainkan menjadi sarana untuk bersama-sama membangun desa yang lebih maju.

Semangat persatuan yang ditunjukkan para calon hukum tua melalui kebersamaan mereka di acara syukur baptisan ini menjadi pesan kuat bahwa kompetisi dalam pemilihan pemimpin desa harus tetap dilandasi rasa hormat, persaudaraan, dan komitmen untuk melayani masyarakat.

Dengan suasana yang penuh damai dan kebersamaan tersebut, Desa Tondegesan menunjukkan bahwa demokrasi yang sehat dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kekeluargaan dan iman, sehingga mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar mengutamakan kepentingan masyarakat di atas segala perbedaan.(Mey)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan