Minahasa – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Minahasa menggelar Doa Bersama Lintas Agama sebagai wujud mempererat persatuan, memperkokoh kerukunan, serta memohon penyertaan Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh jajaran kepolisian dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Maesa Polres Minahasa, Selasa (30/6/2026).
Acara dipimpin langsung Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Djhonny Rumate, S.Sos., M.A.P. Hadir pula para Pejabat Utama Polres Minahasa, para Kapolsek jajaran, serta tokoh-tokoh agama yang mewakili berbagai umat beragama di Kabupaten Minahasa.
Tokoh agama yang mengikuti kegiatan tersebut di antaranya Sr. Elisio Tiwow, DSY dari umat Katolik, Ust. Drs. Hi. Samsudin Dali mewakili umat Islam, Pdt. Brando Kondoj, M.Th dari umat Kristen, serta I Made Sumaryasa, S.Pd., M.Ph yang mewakili umat Hindu.
Dalam sambutannya, Kapolres Minahasa menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Minahasa.
Ia mengapresiasi dukungan para pemuka agama yang selama ini terus bersinergi bersama Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan dan tokoh agama memiliki peran penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif.
“Melalui doa bersama ini, kita berharap seluruh personel Polri senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga setiap pengabdian yang dilakukan membawa manfaat, menghadirkan rasa aman, serta menjadi berkat bagi masyarakat Kabupaten Minahasa,” ujar AKBP Steven J.R. Simbar.
Suasana penuh kekhidmatan mewarnai jalannya kegiatan saat masing-masing tokoh agama secara bergantian memimpin doa sesuai ajaran dan keyakinannya. Momen tersebut menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam menjaga persaudaraan dan kedamaian.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama yang menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat toleransi antarumat beragama sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Minahasa.
Melalui kegiatan ini, Polres Minahasa menegaskan komitmennya untuk terus membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan tidak hanya tercermin dalam peningkatan profesionalisme kepolisian, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan spiritualitas demi mewujudkan Polri yang Presisi serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.(Mey)












