MINAHASA – Upaya Pemerintah Desa Kiawa Satu, Kecamatan Kawangkoan Utara, dalam memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Hal tersebut tercermin dari hasil Rembuk Stunting dan pelaksanaan konvergensi desa periode Januari hingga Agustus 2026 yang mencatat capaian sebesar 99,7 persen.
Capaian tersebut menjadi gambaran nyata atas keseriusan pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan stunting dapat berjalan secara terpadu, terarah, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di Desa Kiawa Satu ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi berbagai langkah yang telah dilakukan sekaligus memperkuat koordinasi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, bayi, balita, serta kelompok masyarakat yang berisiko mengalami stunting.
Rembuk Stunting merupakan bagian penting dalam strategi konvergensi pencegahan stunting di tingkat desa. Melalui forum tersebut, berbagai unsur terkait dapat bersama-sama mengidentifikasi permasalahan, membahas kebutuhan intervensi, serta menyusun langkah tindak lanjut secara kolaboratif.
Hukum Tua Desa Kiawa Satu, Francisko Karinda, menyampaikan bahwa capaian konvergensi sebesar 99,7 persen merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak.
Menurutnya, keberhasilan dalam penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah desa, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai unsur, mulai dari kader kesehatan, tenaga kesehatan, perangkat desa, keluarga, hingga masyarakat.
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah Desa akan terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan dan memastikan setiap program yang berkaitan dengan pencegahan stunting dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Francisko Karinda.
Ia menambahkan, perhatian terhadap pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan kesadaran keluarga, serta penguatan pola hidup sehat di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Camat Kawangkoan Utara, Ibu Fenty Telma Waldy Lapian, S.E., yang memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program konvergensi dan upaya pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Kawangkoan Utara.
Kehadiran pemerintah kecamatan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dalam memastikan program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dapat berjalan secara optimal.
Capaian 99,7 persen juga menjadi motivasi bagi Desa Kiawa Satu untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan konvergensi desa. Evaluasi secara berkala dinilai penting agar setiap program tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui Rembuk Stunting, pemerintah desa bersama seluruh pihak terkait juga terus didorong untuk memperkuat koordinasi, berbagi data dan informasi, serta memastikan intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Pencegahan stunting sendiri merupakan bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, keberhasilan menekan angka stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Desa Kiawa Satu berkomitmen menjadikan capaian 99,7 persen tersebut sebagai pijakan untuk meningkatkan kinerja pada periode berikutnya. Kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat akan terus diperkuat sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, Desa Kiawa Satu diharapkan mampu mempertahankan capaian positif tersebut sekaligus terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan anak-anak di desa.
Rembuk Stunting akhirnya bukan sekadar forum evaluasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk memastikan setiap langkah pembangunan desa benar-benar bermuara pada peningkatan kesehatan, perlindungan anak, serta terwujudnya generasi Minahasa yang sehat, kuat, dan berkualitas.(Mey)












