Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Sulut Resmikan Sekolah Alkitab Napiri di Lapas Amurang

  • Bagikan
Oplus_131072

Amurang – Komitmen dalam membentuk warga binaan yang berkarakter dan siap kembali ke masyarakat terus diperkuat jajaran pemasyarakatan. Hal itu ditandai dengan peresmian sekaligus pembukaan Sekolah Alkitab Napiri Angkatan I di Lapas Kelas III Amurang oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, Rabu (24/6/2026).

Oplus_131072

Dalam kegiatan tersebut, Haposan Silalahi didampingi Plt. Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan, Roni Rumondor, serta Plh. Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Rio Rampengan. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap program pembinaan kepribadian berbasis kerohanian bagi warga binaan.

Oplus_131072

Peresmian Sekolah Alkitab Napiri turut dihadiri jajaran Lapas Kelas III Amurang, tim pengajar Sekolah Alkitab Napiri, pelayan Gereja Oikumene Lapas Kelas III Amurang, serta perwakilan Ormas Laskar Napiri Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Pastor Evangelis Aldy Sanggali menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemasyarakatan yang telah memberikan ruang bagi pelaksanaan pembinaan rohani secara berkelanjutan. Menurutnya, pendidikan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pemulihan diri dan pembentukan karakter warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Sulut Haposan Silalahi menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu fondasi utama dalam sistem pemasyarakatan. Keberhasilan pembinaan, kata dia, tidak hanya diukur dari keterampilan yang dimiliki warga binaan, tetapi juga dari perubahan sikap, karakter, serta nilai-nilai kehidupan yang tertanam dalam diri mereka.

“Pembinaan yang berhasil adalah ketika warga binaan mampu mengalami perubahan positif, memiliki kesadaran diri yang lebih baik, serta siap menjalani kehidupan yang produktif dan bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Haposan.

Melalui program Sekolah Alkitab Napiri Angkatan I ini, sebanyak 20 warga binaan mulai mengikuti pembelajaran yang dirancang untuk memperdalam pemahaman spiritual, memperkuat moralitas, serta menumbuhkan nilai-nilai kehidupan yang positif.

Program tersebut diharapkan menjadi sarana pembinaan yang efektif dalam membangun karakter warga binaan, sekaligus mendukung tujuan pemasyarakatan untuk mencetak pribadi yang lebih baik, mandiri, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.(Mei)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan