TONDANO – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mematangkan persiapan menyambut Perayaan Hari Pengucapan Syukur yang akan dilaksanakan secara serentak pada Minggu, 26 Juli 2026. Sebagai langkah antisipatif sekaligus pedoman bagi seluruh elemen masyarakat,.tondano 11/7/2026
Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP menerbitkan dua Surat Edaran, yakni Nomor 598/BM-VII-2026 yang ditujukan kepada pimpinan golongan agama, pimpinan umat dan jemaat se-Kabupaten Minahasa, serta Nomor 599/BM-VII-2026 yang ditujukan kepada seluruh Camat se-Kabupaten Minahasa.

Penerbitan kedua surat edaran tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memastikan perayaan Pengucapan Syukur berlangsung dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan, tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan, keamanan, ketertiban, serta stabilitas daerah.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, SS., MAP menegaskan bahwa Pengucapan Syukur merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Minahasa dan harus terus dijaga makna spiritualnya.
Menurutnya, momentum ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi merupakan ungkapan iman atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, seluruh warga diharapkan merayakannya secara sederhana, penuh sukacita, serta tetap menjaga ketertiban dan menghormati sesama.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si. mengatakan seluruh perangkat daerah bersama pemerintah kecamatan telah diminta untuk mengoptimalkan koordinasi lintas sektor agar seluruh rangkaian Pengucapan Syukur berjalan aman dan lancar.
Ia menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimcam, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa dan kelurahan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan Pengucapan Syukur.
Dalam Surat Edaran Nomor 598/BM-VII-2026 kepada para pimpinan agama dan jemaat, Bupati Minahasa mengimbau agar Pengucapan Syukur ditempatkan sebagai ekspresi iman atas segala berkat Tuhan melalui kesehatan, kekuatan, kesempatan bekerja dan berusaha.
Selain itu, masyarakat juga diminta merayakan Pengucapan Syukur tanpa pesta pora serta tidak menjual, menyediakan, menyajikan maupun mengonsumsi minuman beralkohol yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Para pimpinan agama juga diharapkan bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dalam mengajak umat dan jemaat menjaga suasana damai serta menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Surat edaran tersebut juga menginstruksikan agar dilakukan koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan.
Langkah-langkah strategis yang ditekankan antara lain melakukan pengaturan dan pengawasan bersama unsur TNI dan Polri, mengamankan pelaksanaan ibadah di rumah-rumah ibadah, meningkatkan patroli pada wilayah yang berpotensi menimbulkan keramaian maupun konflik, hingga mengatur kelancaran arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan selama berlangsungnya Pengucapan Syukur.
Sementara melalui Surat Edaran Nomor 599/BM-VII-2026 yang ditujukan kepada para Camat, pemerintah meminta agar seluruh camat meneruskan imbauan tersebut kepada para Hukum Tua dan Lurah di wilayah masing-masing.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, pemerintah kecamatan juga diminta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat serta menjaga stabilitas harga menjelang Pengucapan Syukur.
Para camat diinstruksikan untuk memantau pasokan bahan pangan, memastikan distribusi berjalan lancar, mengawasi stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat, serta mengantisipasi kemungkinan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), maupun LPG.
Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga masyarakat dapat bersama-sama menyukseskan Perayaan Hari Pengucapan Syukur 2026.
Melalui kolaborasi seluruh pihak, tradisi Pengucapan Syukur diharapkan tetap menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan, menjaga stabilitas daerah, sekaligus menjadi ungkapan syukur yang tulus kepada Tuhan atas segala berkat yang diterima masyarakat Minahasa.(Mey)












