MINAHASA – Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., menegaskan pentingnya integritas, profesionalisme, disiplin, serta komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima amanah jabatan baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan ASN dalam Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa, yang berlangsung di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Minahasa ini dihadiri Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, serta para asisten, staf ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ASN yang telah diambil sumpah/janji dan dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar perubahan kedudukan atau penambahan tanggung jawab administratif, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijawab melalui kinerja nyata, integritas, loyalitas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, saya menyampaikan selamat kepada saudara-saudara yang pada hari ini menerima amanah dan kepercayaan untuk menduduki jabatan yang baru. Pelantikan ini bukan sekadar perubahan kedudukan, melainkan sebuah kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata, integritas, loyalitas, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Menurutnya, setiap jabatan dalam pemerintahan memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan. Karena itu, seluruh pejabat yang dilantik diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang terukur, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta menjadikan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari pengabdian kepada daerah.
Sumpah Jabatan sebagai Komitmen Moral dan Tanggung Jawab
Bupati Robby Dondokambey juga mengingatkan bahwa pengambilan sumpah/janji jabatan harus dimaknai sebagai ikrar moral sekaligus bentuk pertanggungjawaban kepada Tuhan Yang Maha Esa, negara, pemerintah, dan masyarakat Kabupaten Minahasa.
Ia menekankan bahwa sumpah jabatan tidak boleh berhenti pada pengucapan secara lisan dalam prosesi pelantikan. Lebih dari itu, sumpah tersebut harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, keputusan, dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Setiap ASN dituntut untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan, menjunjung tinggi etika birokrasi, serta senantiasa bertindak sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bupati berharap para pejabat administrator, pengawas, dan pejabat fungsional dapat menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing, baik dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, maupun kemampuan membangun hubungan kerja yang sehat dan produktif.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, transparan, disiplin, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, birokrasi harus terus berbenah agar semakin efektif, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Jangan lagi ada pola kerja yang lambat, birokrasi yang berbelit-belit, maupun sikap yang tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Jadilah aparatur yang hadir memberikan solusi, bukan menambah persoalan,” demikian penegasan Bupati dalam arahannya.
Perkuat Kolaborasi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Minahasa memiliki tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, diperlukan kerja sama yang kuat di antara seluruh perangkat daerah. Setiap pejabat diharapkan mampu membangun komunikasi yang efektif, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menghindari ego sektoral yang dapat menghambat pelaksanaan program pemerintah.
Menurut Bupati, keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing individu, tetapi juga oleh soliditas tim, kesamaan visi, dan kesediaan untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.
Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, memahami target kinerja perangkat daerah, serta memastikan setiap program dan kebijakan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat nyata.
Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijaga, bukan hak istimewa yang dapat digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa. Jabatan bukan pula sarana untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan kesempatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa setiap ASN harus mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi maupun kelompok, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Pimpinan Perangkat Daerah Diminta Jadi Teladan
Pada kesempatan yang sama, Bupati Robby Dondokambey turut mengingatkan seluruh pimpinan perangkat daerah agar terus menjalankan fungsi pembinaan, evaluasi, dan pengawasan terhadap jajaran masing-masing.
Pimpinan perangkat daerah diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, membangun budaya kerja yang positif, serta memberikan keteladanan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.
Selain itu, peningkatan kompetensi dan kapasitas ASN harus menjadi perhatian bersama. Perubahan tuntutan pelayanan dan perkembangan tata kelola pemerintahan mengharuskan aparatur terus belajar, meningkatkan kemampuan, serta beradaptasi dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan pengawasan yang konsisten, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dapat meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh ASN untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian demi kemajuan Kabupaten Minahasa. Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan aparatur yang tidak hanya cakap dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki ketulusan, kepedulian, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.
Bangun Minahasa dengan Integritas dan Semangat Pengabdian
Menutup sambutannya, Bupati kembali menyampaikan selamat kepada seluruh ASN yang menerima amanah jabatan baru. Ia berharap kepercayaan tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang profesional, berintegritas, dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan membangun daerah dengan penuh tanggung jawab,” ajak Bupati.
Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi awal bagi peningkatan semangat kerja, penguatan komitmen, dan pembaruan kinerja birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Dengan mengedepankan integritas, kolaborasi, profesionalisme, serta orientasi pada pelayanan publik, seluruh ASN diharapkan mampu mengambil bagian aktif dalam mendukung program pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Minahasa.
Sambutan tersebut ditutup dengan ungkapan “Pakatuan Wo Pakalawiren”, sebagai doa dan harapan bagi penyertaan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah pengabdian jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.
Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa setiap jabatan harus menghasilkan kinerja, setiap kewenangan harus dijalankan dengan tanggung jawab, dan setiap bentuk pengabdian harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Minahasa.(Mey)












