Buka HAPSA Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan 2026, Wabup Vanda Sarundajang Ajak Pemuda Teguhkan Iman, Perkuat Pelayanan, dan Peduli Lingkungan

  • Bagikan
Oplus_131072

KAWANGKOAN – Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., mengajak seluruh pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) untuk terus memperteguh iman, menjaga semangat pelayanan, serta mengambil bagian aktif dalam pembangunan gereja, masyarakat, dan daerah. Pemuda gereja diharapkan tidak hanya menjadi generasi penerus, tetapi juga menjadi generasi yang mampu menghadirkan perubahan positif melalui keteladanan, kepedulian, dan tindakan nyata.

Pesan tersebut disampaikan Vanda Sarundajang saat menghadiri Ibadah Pembukaan Hari Persatuan Pemuda (HAPSA) Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan Tahun 2026, yang berlangsung di Gereja GMIM Zaitun Kiawa, Minggu (11/10/2026).

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Junisar Watulangkow, M.Th., dengan pembacaan Alkitab dari Roma 12:9–12 sebagai landasan firman dalam mengawali rangkaian kegiatan HAPSA Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan tahun ini.

Dalam sambutannya, Vanda Sarundajang menyampaikan ucapan selamat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan HAPSA Pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan Tahun 2026 yang dimulai pada hari tersebut dan akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda tahunan gerejawi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta membangun semangat kebersamaan di antara seluruh pemuda.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan gereja, masyarakat, dan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu terus membekali diri dengan nilai-nilai iman, karakter yang kuat, serta semangat untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga generasi yang harus berani mengambil bagian dalam pembangunan hari ini. Jadilah pemuda yang menjadi obor pembangunan, menerangi lingkungan melalui keteladanan, membawa semangat perubahan, dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah,” pesan Vanda.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi dalam pelayanan. Menurutnya, dinamika kehidupan dan berbagai kesibukan terkadang dapat membuat semangat melayani menjadi berkurang. Oleh karena itu, momentum HAPSA harus dimanfaatkan untuk memperbarui komitmen dan membangkitkan kembali semangat pemuda dalam menjalankan panggilan pelayanan.

Vanda mengajak para pemuda untuk mengevaluasi keterlibatan mereka dalam kehidupan bergereja, termasuk ketika mulai merasa jenuh atau kurang bersemangat dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan.

Ia menegaskan bahwa kesetiaan dalam pelayanan merupakan salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Tuhan. Semangat tersebut perlu diwujudkan secara konsisten, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan besar atau perlombaan, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, gereja, maupun masyarakat.

“Jangan sampai semangat pelayanan menjadi kendor. Pemuda bukan hanya menjadi harapan keluarga dan gereja, tetapi juga harapan bangsa dan negara. Mari kita kembali bersemangat dan setia dalam panggilan serta tanggung jawab sebagai pemuda gereja,” ajaknya.

Lebih lanjut, Vanda menekankan bahwa pemuda GMIM harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung berbagai program pembangunan. Dengan potensi, kreativitas, dan energi yang dimiliki, generasi muda diharapkan mampu membaca peluang, mengembangkan kemampuan diri, serta mengambil peran dalam mendorong kemajuan daerah.

Ia berharap pemuda dapat memanfaatkan setiap kesempatan secara positif sehingga keberadaan mereka tidak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan bangsa.

Ajak Pemuda Peduli Lingkungan dan Waspadai Dampak El Niño

Selain menyampaikan pesan mengenai iman dan pelayanan, Vanda Sarundajang turut mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah kondisi kemarau panjang yang masih melanda Kabupaten Minahasa akibat fenomena El Niño.

Ia menjelaskan bahwa meskipun dalam beberapa hari terakhir hujan rintik-rintik mulai turun di sejumlah wilayah, curah hujan tersebut belum cukup untuk mengatasi kondisi kekeringan yang masih dirasakan masyarakat.

Dalam sambutannya, Vanda menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, kejadian kebakaran di Kabupaten Minahasa telah mendekati 300 kasus hingga sehari sebelumnya. Kebakaran tersebut mencakup kebakaran rumah, bangunan, serta kawasan hutan dan lahan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius, terlebih ketika kebakaran terjadi akibat tindakan pembakaran lahan secara sengaja di tengah cuaca kering dan tiupan angin yang cukup kencang.

Menurutnya, tindakan membakar lahan secara sembarangan dapat memicu kebakaran yang meluas dan membahayakan keselamatan masyarakat, sekaligus menimbulkan kerusakan lingkungan.

Karena itu, ia mengajak pemuda GMIM untuk menjadi pelopor kepedulian lingkungan dengan mengedukasi masyarakat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari segala tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jadilah pemuda yang bertanggung jawab, pemuda yang mencintai lingkungan, serta mau memelihara dan merawat alam. Kita tidak menginginkan terjadinya bencana kebakaran pada hari-hari mendatang, terlebih jika hal itu disebabkan oleh tindakan yang disengaja,” tegasnya.

Vanda juga menyoroti dampak kemarau panjang terhadap ketersediaan air bersih. Berkurangnya cadangan air tanah telah menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan mendapatkan air, termasuk kawasan yang sebelumnya masih mengandalkan sumber air sumur.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi kekeringan juga mulai dirasakan di sekitar kawasan Tondano, sehingga masyarakat perlu semakin bijaksana dalam menggunakan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan hal penting yang harus dijaga bersama. Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara hemat, menghindari pemborosan, dan memanfaatkan sumber daya air dengan penuh tanggung jawab.

Di tengah kondisi tersebut, Vanda menyampaikan apresiasi kepada masyarakat di wilayah Kawangkoan yang telah menunjukkan semangat gotong royong dengan membersihkan saluran air agar aliran air dapat kembali berjalan dengan baik.

Ia menilai semangat kebersamaan seperti itu merupakan bentuk kepedulian nyata yang perlu terus dipertahankan dan dikembangkan, karena menjaga lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

HAPSA Menjadi Momentum Memperkuat Komitmen Pelayanan

Menutup sambutannya, Vanda Sarundajang kembali mengajak seluruh pemuda GMIM Wilayah Kawangkoan untuk menjadikan HAPSA Tahun 2026 sebagai momentum memperbarui semangat, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komitmen pelayanan kepada Tuhan.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga pertengahan November mendatang dapat berjalan dengan baik, membawa sukacita, serta menghasilkan dampak positif bagi kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial dan perlombaan, HAPSA diharapkan mampu menumbuhkan pemuda yang memiliki iman teguh, karakter yang baik, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui semangat kebersamaan tersebut, pemuda GMIM diharapkan semakin mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif di tengah masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Minahasa yang berkelanjutan.

Kehadiran Wakil Bupati Vanda Sarundajang dalam kegiatan ini turut didampingi Sekretaris DPRD Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Sosial, serta Camat Kawangkoan Utara.

Kegiatan berlangsung dalam suasana ibadah dan kebersamaan, sekaligus menjadi peneguhan bahwa iman, pelayanan, kepedulian terhadap sesama, dan tanggung jawab menjaga lingkungan merupakan bagian penting dari panggilan pemuda gereja di tengah kehidupan bermasyarakat.(Mey)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan