Bupati Robby Dondokambey Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan Lewat Teknologi Irigasi Intermiten

  • Bagikan

MINAHASA – Pemerintah Kabupaten Minahasa terus mendorong pengembangan inovasi di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pertanian yang produktif, efisien, sekaligus berkelanjutan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, saat menghadiri kegiatan Pencanangan Aplikasi Teknologi Intermittent Irrigation dan Pengambilan Sampel Gas Metana, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Boulevard, Kompleks Persawahan, Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan, tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan inovasi teknologi pertanian, khususnya dalam pengelolaan lahan persawahan dengan pendekatan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Penerapan teknologi Intermittent Irrigation atau sistem pengairan berselang merupakan salah satu inovasi dalam pengelolaan air pada lahan sawah. Melalui pengaturan pemberian air secara berkala sesuai kebutuhan tanaman, teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mendukung produktivitas pertanian.

Tidak hanya berorientasi pada aspek produksi, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian terhadap aspek lingkungan melalui pengambilan sampel gas metana dari lahan persawahan. Langkah ini menjadi bagian dari kegiatan riset untuk memperoleh data mengenai emisi gas metana yang dihasilkan dari aktivitas pertanian, khususnya pada ekosistem persawahan.

Bupati Robby Dondokambey menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, serta para periset yang terus menghadirkan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di bidang pertanian dan lingkungan.

Menurutnya, pengembangan teknologi tidak hanya penting untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, tetapi juga harus diarahkan pada pola pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa, kata Bupati, akan terus membuka ruang bagi pengembangan berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang harus terus kita kembangkan. Karena itu, setiap inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas dan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan tentu perlu kita dukung bersama,” demikian semangat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Bupati juga menilai bahwa penerapan teknologi di sektor pertanian harus dapat memberikan dampak langsung bagi petani. Inovasi yang dikembangkan di lapangan diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik menjadi sangat penting. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan kajian dan inovasi, sementara pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Universitas Negeri Manado (UNIMA) dalam pengembangan inovasi berbasis riset. Kehadiran Rektor UNIMA Dr. Joseph Philip Kambey, SE., MBA., Ak, bersama jajaran pimpinan UNIMA menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diimplementasikan di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Periset BESTARI SAINTEK, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si, yang bersama tim melakukan kegiatan riset dan pengambilan sampel gas metana sebagai bagian dari upaya memperoleh data ilmiah terkait penerapan teknologi pada lahan persawahan.

Keterlibatan Kelompok Tani Tumaar Ne Pemuda Tataaran II juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kelompok tani menunjukkan bahwa inovasi pertanian perlu dibangun melalui keterlibatan langsung para petani sebagai pelaku utama di lapangan.

Melalui penerapan sistem irigasi yang lebih terukur serta pengkajian terhadap emisi gas metana, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan informasi dan model pengelolaan persawahan yang lebih efektif. Pada akhirnya, inovasi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat komitmen terhadap pertanian yang berwawasan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Minahasa menegaskan bahwa pembangunan pertanian ke depan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana sektor tersebut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan kondisi lingkungan, serta kebutuhan efisiensi sumber daya.

Dengan dukungan riset, inovasi dan kolaborasi lintas sektor, Minahasa diharapkan mampu mengembangkan sektor pertanian yang semakin modern, tangguh dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UNIMA, jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, Kelompok Tani Tumaar Ne Pemuda Tataaran II, serta Media Reportase Kawanua.(Mey)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan