JKN Jadi Penyelamat: Kisah Hendra Kaligis Bertahan dari Penyakit Ginjal di Tengah Ancaman Biaya Cuci Darah”

  • Bagikan
banner 468x60

Tondano – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menegaskan perannya sebagai jaring pengaman kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya membuka akses layanan medis, kehadiran JKN juga menjadi penopang utama bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan berbiaya tinggi.
Salah satu kisah nyata datang dari Hendra Kaligis, warga Motoling, yang merasakan langsung manfaat besar dari program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut. Di tengah perjuangannya melawan penyakit ginjal kronis, JKN menjadi penopang utama agar ia tetap bisa menjalani pengobatan secara berkelanjutan.
Hendra mengisahkan, gejala awal penyakitnya mulai dirasakan pada akhir tahun 2018. Saat itu, kondisi kesehatannya menurun drastis. Ia sering mengalami muntah, tubuh terasa lemas, wajah tampak pucat, sulit tidur, hingga tekanan darah yang terus meningkat. Kondisi tersebut membuatnya harus segera mencari pertolongan medis.
“Awalnya saya pikir hanya kelelahan biasa, tapi setelah diperiksa ternyata hasilnya cukup mengejutkan,” ungkap Hendra.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium, dokter menemukan bahwa kadar kreatinin dalam darahnya mencapai angka 4, jauh di atas batas normal sekitar 1,3. Temuan tersebut mengindikasikan adanya gangguan serius pada fungsi ginjal. Berdasarkan hasil diagnosis, kondisi tersebut diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti hipertensi, asam urat, serta tingginya kadar kolesterol dan trigliserida.
Sejak saat itu, Hendra diwajibkan menjalani kontrol kesehatan secara rutin setiap bulan, disertai berbagai terapi dan pengobatan sesuai anjuran dokter. Namun, meskipun telah menjalani pengobatan intensif selama hampir tiga tahun, kondisi ginjalnya belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Kadar kreatinin yang sempat turun dari 3,5 menjadi 3,2 masih tergolong tinggi. Atas dasar itu, dokter akhirnya merekomendasikan tindakan hemodialisis atau cuci darah sebagai langkah lanjutan untuk mempertahankan kondisi kesehatannya.
Proses hemodialisis bukanlah hal yang ringan. Selain berdampak pada kondisi fisik, tindakan ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam satu minggu, pasien umumnya harus menjalani dua kali cuci darah, atau sekitar delapan kali dalam sebulan. Setiap tindakan diperkirakan menelan biaya sekitar Rp1,3 juta, belum termasuk obat-obatan, vitamin, serta biaya konsultasi dokter.
Di tengah beban tersebut, Hendra mengaku sangat terbantu dengan statusnya sebagai peserta aktif JKN. Seluruh rangkaian pengobatan, termasuk tindakan hemodialisis yang rutin dijalaninya, dapat ditanggung sehingga ia tidak perlu terbebani biaya besar.
“Kalau tidak ada JKN, mungkin saya sudah kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Biayanya sangat besar dan tidak mungkin saya tanggung sendiri,” ujarnya.
Program JKN yang dijalankan BPJS Kesehatan memang mengedepankan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sedang sakit. Prinsip ini memastikan setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak, tanpa terkendala biaya.
Bagi Hendra, prinsip tersebut bukan sekadar konsep, melainkan nyata dirasakan dalam kehidupannya sehari-hari.
Ia pun mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keaktifan kepesertaan JKN. Menurutnya, risiko sakit bisa datang kapan saja tanpa dapat diprediksi. Oleh karena itu, memastikan kepesertaan tetap aktif melalui pembayaran iuran secara rutin menjadi langkah penting untuk mendapatkan perlindungan kesehatan.
“Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Jadi lebih baik kita siap dari sekarang dengan memastikan JKN tetap aktif,” pesannya.
Kisah Hendra menjadi bukti bahwa kehadiran JKN tidak hanya sekadar program pemerintah, tetapi juga harapan hidup bagi banyak masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit berat. Dengan perlindungan yang diberikan, pasien dapat fokus pada proses penyembuhan tanpa harus dibayangi kekhawatiran akan biaya pengobatan yang tinggi.(Meyke)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan