Minahasa, Selasa 7 April 2026 — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Minahasa dengan meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tombulu.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres tidak hanya memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi kepada para siswa, tetapi juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan mereka. Ia memberikan motivasi agar para pelajar tetap semangat belajar, didukung dengan asupan nutrisi yang memadai guna menunjang tumbuh kembang dan prestasi akademik.

Kunjungan kerja ini turut didampingi oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, serta Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Minahasa Robby Dondokambey bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang serta Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Lynda D. Watania, secara resmi menerima kunjungan kerja Wakil Presiden di wilayah tersebut.
Setelah meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 1 Tombulu, rombongan melanjutkan agenda dengan mengunjungi rumah ibadah Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus yang terdampak bencana gempa bumi, bertempat di Desa Rumengkor, Kecamatan Tombulu. Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur serta masyarakat yang terdampak bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Utara serta sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Sementara itu, dari Pemerintah Kabupaten Minahasa, turut mendampingi para Asisten, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem), serta Camat Tombulu.
Kunjungan kerja Wakil Presiden ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pemenuhan gizi serta percepatan penanganan dampak bencana di daerah.(Meyke)














