Bridging System BPJS Kesehatan, Langkah Strategis RS Siloam Sonder Tingkatkan Mutu Layanan

  • Bagikan
banner 468x60

Tondano — Rumah Sakit (RS) Siloam Sonder terus menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan nasional melalui implementasi bridging system antara Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) dan sistem BPJS Kesehatan. Integrasi ini terbukti memberikan dampak signifikan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam meningkatkan kecepatan, efisiensi, serta transparansi pelayanan kesehatan.
Direktur RS Siloam Sonder, Dr. Daud Alexander Kiroyan, M.Kes, menegaskan bahwa penerapan bridging system bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan langkah strategis dan visioner dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern yang semakin menuntut kecepatan dan akurasi.
“Manfaat bridging system bagi peserta JKN sangat nyata. Pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan. Peserta tidak perlu lagi melakukan entri data berulang, antrean dapat diatur secara lebih tertib melalui sistem antrean online, serta proses administrasi pendaftaran hingga pencetakan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) menjadi jauh lebih singkat,” ujar Dr. Daud.
Integrasi SIM RS dengan aplikasi BPJS Kesehatan melalui teknologi bridging ini mencerminkan komitmen RS Siloam Sonder dalam mendukung keberlanjutan Program JKN yang berorientasi pada pasien (patient-centered care). Dengan sistem yang terhubung secara real time, pasien merasakan kemudahan sejak tahap awal pelayanan.
Proses verifikasi kepesertaan, validasi rujukan, hingga administrasi klaim kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan antrean serta waktu tunggu pasien, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kepastian layanan. Transparansi pembiayaan juga semakin terjamin karena peserta JKN dapat memantau riwayat layanan serta pembiayaannya melalui aplikasi resmi BPJS Kesehatan.
Dari sisi manajemen rumah sakit, implementasi bridging system memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas dan akurasi data layanan. Potensi kesalahan administrasi dapat ditekan secara signifikan, sementara proses pengajuan dan pembayaran klaim BPJS Kesehatan menjadi lebih tertata dan tepat waktu. Hal ini berperan penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan operasional rumah sakit (sustainability).
Komitmen RS Siloam Sonder dalam mengadopsi teknologi digital ini juga memperoleh pengakuan melalui penghargaan atas keberhasilan implementasi bridging system BPJS Kesehatan. Penghargaan tersebut mencerminkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap kebijakan nasional, sekaligus keberhasilan rumah sakit dalam membangun kolaborasi yang efektif dengan BPJS Kesehatan.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh tim RS Siloam Sonder yang mampu menjembatani kebutuhan teknis dengan operasional layanan kesehatan sehari-hari,” tambah Dr. Daud.
Lebih jauh, keberhasilan implementasi bridging system di RS Siloam Sonder dinilai turut berkontribusi dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Data layanan yang terintegrasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy), meningkatkan mutu pelayanan melalui interoperabilitas sistem, serta mendorong efisiensi anggaran BPJS Kesehatan dengan meminimalkan potensi kecurangan dan duplikasi klaim.
Dengan capaian tersebut, RS Siloam Sonder diharapkan dapat menjadi benchmark bagi rumah sakit lain dalam mengembangkan integrasi layanan digital. Selain itu, langkah ini turut memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan nasional melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.(Meyke)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan