Kawangkoan — Kawangkoan Christmas Festival (KCF) 2025 resmi dimulai setelah dibuka oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, pada Minggu (7/12/2025) di Taman Kota Kawangkoan. Perayaan akbar yang untuk pertama kalinya digelar di kecamatan yang dikenal sebagai Kota Bakera ini langsung disambut antusias warga.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Vanda Sarundajang menegaskan bahwa KCF tidak hanya menjadi ajang selebrasi Natal, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi Minahasa. Ia menyebut, festival ini menjadi wadah baru untuk mempromosikan potensi lokal, memperkuat kebersamaan, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Pelaksanaan KCF yang pertama kali digelar ini memiliki makna strategis yang melampaui perayaan seremonial. Festival ini kami dorong sebagai platform utama penggerak ekonomi lokal dan perekat persaudaraan,” ujar Sarundajang.
Wabup menambahkan, rangkaian kegiatan seperti Kawangkoan Market dan Kawangkoan Ba Ombong menjadi ruang penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk kreatif, kuliner khas, hingga kerajinan lokal. Menurutnya, partisipasi UMKM ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam memajukan sektor riil dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti Kawangkoan Market dan Kawangkoan Ba Ombong memberikan kesempatan bagi UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian masyarakat Minahasa,” tutup Wabup.
Sementara itu, Camat Kawangkoan, Stenly Umboh, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Minahasa sehingga festival tersebut dapat terselenggara dengan meriah. Ia menilai, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga pendampingan dan perhatian pemerintah terhadap perkembangan wilayah.
“Kami menyampaikan terima kasih khususnya kepada Bupati Robby Dondokambey dan Wakil Bupati Vanda Sarundajang, karena telah memberikan dukungan penuh sehingga KCF bisa terlaksana dengan baik dan menjadi kebanggaan masyarakat Kawangkoan,” ujar Umboh.
Ia berharap KCF dapat menjadi agenda tahunan yang dikenal luas, bukan hanya di Minahasa tetapi juga di tingkat provinsi dan nasional, sebagai ikon perayaan Natal dan penggerak potensi ekonomi berbasis budaya dan pariwisata.
Dengan berbagai kegiatan seni, bazar UMKM, serta atraksi budaya yang digelar hingga menjelang Natal, Kawangkoan Christmas Festival 2025 diharapkan menjadi awal dari kebangkitan ekonomi lokal dan momentum mempererat kebersamaan di tengah masyarakat Minahasa.(Meyke)














