Kombi, 30 November 2025 — Suasana Desa Tulap, Kecamatan Kombi, mendadak memanas pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.50 WITA. Warga digegerkan dengan insiden pembakaran satu unit mobil yang diduga kuat digunakan untuk aksi doger atau potas anjing yang belakangan marak terjadi di wilayah tersebut.
Menurut keterangan para saksi, yakni Sten Wawolangi, Joni Tumbol, Deni Mamahit, dan Mexel Tumbol, warga sejak awal sudah mencurigai keberadaan sejumlah mobil asing yang melintas di lorong Jaga III. Kecurigaan semakin menguat karena kejadian hilangnya dan matinya anjing milik warga dalam beberapa minggu terakhir semakin sering terjadi.

Ketegangan memuncak ketika warga menemukan beberapa ekor anjing milik warga—termasuk milik Jery Lasut, Rowan Seroh, Adol Mamahit, dan Wely Roring—tergeletak mati di jalan, diduga menjadi korban potas. Situasi ini membuat warga berjaga dan memperketat pengawasan.
Puncak amarah terjadi saat warga berhasil menghentikan sebuah Toyota Avanza hitam bernomor polisi DB 1710 ML. Setelah memeriksa bagian bagasi, ditemukan empat ekor anjing dalam keadaan tak bernyawa, salah satunya milik Rowan Seroh. Tiga orang yang berada di dalam kendaraan itu langsung kabur meninggalkan mobil, sementara warga yang terpancing emosi kemudian membakar kendaraan tersebut.
Kapolsek Kombi, IPTU Alen Pop Lariwu, S.H., bersama personelnya segera menuju lokasi untuk melakukan Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi-saksi. Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tetap menjaga keamanan dan mengedepankan jalur hukum dalam menangani dugaan tindak pelanggaran terkait hewan peliharaan.
Dokumentasi dan temuan di lokasi telah dicatat sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus ini serta mencegah kejadian serupa terulang kembali di wilayah Kecamatan Kombi.(Meyke)
