Tondano, 25 Agustus 2025 – Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Dinas Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Bupati Minahasa. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Acara peluncuran ini dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si, MAP, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah, antara lain Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Pangan, Kepala Bagian Perekonomian, serta seluruh camat se-Kabupaten Minahasa. Suasana peluncuran berlangsung penuh antusias, diwarnai dengan penyerahan bantuan pangan secara simbolis dari Bupati kepada perwakilan camat, sebagai tanda dimulainya Gerakan Pangan Murah secara resmi di Kabupaten Minahasa.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menegaskan pentingnya program ini bagi kesejahteraan masyarakat Minahasa. Menurutnya, harga pangan yang stabil dan terjangkau merupakan kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa berkomitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Ini adalah salah satu wujud kepedulian nyata pemerintah kepada rakyat Minahasa,” ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk menekan lonjakan harga pangan menjelang hari-hari besar keagamaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh kecamatan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo, dalam laporannya menyebutkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berlandaskan pada amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pangan. Undang-undang tersebut menekankan tiga aspek penting: ketersediaan pangan, keterjangkauan, dan stabilitas harga.
“Program ini bertujuan untuk melindungi daya beli masyarakat serta memastikan harga pangan dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat di Minahasa. Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan Bulog Divisi Regional Sulawesi Utara – Gorontalo, kami optimis gerakan ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Tumundo.
Ia menambahkan bahwa sebelum peluncuran resmi oleh Bupati, kegiatan distribusi pangan murah sudah dimulai sejak Jumat, 22 Agustus 2025, di beberapa kecamatan, antara lain Tondano Selatan, Tondano Barat, dan Tondano Utara. Respon masyarakat cukup positif, terlihat dari tingginya animo warga yang memanfaatkan kesempatan untuk membeli beras SPHP dengan harga terjangkau.
Pada hari peluncuran ini, GPM langsung dilanjutkan dengan kegiatan pasar murah di halaman Kantor Bupati, serta di Kecamatan Tondano Timur dan Eris. Selanjutnya, program ini akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Minahasa secara bertahap, sehingga seluruh masyarakat di berbagai wilayah dapat merasakan manfaatnya.
Selain beras, dalam kegiatan pasar murah ini juga dijual sejumlah kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasaran. Kehadiran GPM diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk menekan inflasi daerah, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat bahwa pemerintah selalu hadir menjaga ketersediaan pangan.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapat kemudahan akses terhadap bahan pokok, tetapi juga kepastian bahwa harga pangan dapat terkendali, terutama pada momen-momen penting ketika kebutuhan meningkat.
Di akhir kegiatan, Bupati Robby Dondokambey kembali mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program pemerintah ini dengan memanfaatkannya sebaik mungkin. Ia juga meminta jajaran perangkat daerah hingga pemerintah kecamatan untuk memastikan distribusi pangan murah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah, sinergi dengan Bulog, serta partisipasi aktif masyarakat, Gerakan Pangan Murah di Minahasa diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat.(MK)
