PUBLIKASULUT.COM,MANADO-Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus telah memerintahkan jajaran terkait segera memberikan bantuan alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.
“Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana,” ujar Yulius i Manado, Senin.
Pemerintah provinsi menurut Gubernur, akan semaksimal mungkin membantu meringankan beban masyarakat di Siau.
Begitupun koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan instansi terkait terus dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Saat ini, kata dia, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
Bantuan juga diberikan Ketua Pembina Posyandu Sulawesi Utara, Ny Anik Yulius Selfanus, seperti susu lansia 50 dos, susu ibu menyusui 50 dos, susu remaja 50 dos, biskuit bayi 50 dos.
Sementara bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sulut masing-masing, susu lansia Anlene 40 pack, biskuit regal 90 bungkus, kasur 50 lembar, selimut 50 potong, Kids Ware 50 paket.
Sementara bantuan TP Posyandu yaitu biskuit Khong Guan 10 kaleng, biskuit Hatari 5 kaleng, biskuit Roma Kelapa 10 kaleng, biskuit Nissin Coconut 5 kaleng, biskuit Marie Regal 3 kaleng,
Mie Instan Sedap 10 dos, ikan kaleng Atan Sarden 3 dos, minyak goreng Bimoli 3 dos dan Aqua botol sedang 10 dos.
Bencana banjir bandung beberapa permukiman di Pulau Siau dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti.
Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.
Banjir bandang tersebut berdampak luas di sejumlah wilayah Kecamatan Siau Timur, selain menyebabkan kerusakan material, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, korban hilang, serta korban luka-luka.
Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kelurahan Bahu, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kampung Beong, dan Kampung Salili.
Pemerintah Kabupaten Sitaro telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di wilayah terdampak.
Saat ini, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.














