Komitmen Cegah Stunting, Pemdes Kiawa Dua Barat Rutin Gelar Posyandu dan PMT untuk Balita dan Lansia

  • Bagikan
Oplus_131072
banner 468x60

Minahasa – Pemerintah Desa Kiawa Dua Barat, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa, terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak balita dan lanjut usia (lansia). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Hukum Tua Desa Kiawa Dua Barat, Ricko Walukouw, menegaskan bahwa kegiatan Posyandu telah menjadi agenda tetap pemerintah desa sebagai bentuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Sudah menjadi agenda rutin setiap bulan, Pemerintah Desa Kiawa Dua Barat melaksanakan kegiatan Posyandu dan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak balita,” ujar Ricko Walukouw.
Ia menjelaskan, Posyandu memiliki peran strategis sebagai sarana pemantauan kesehatan balita, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga pemantauan status gizi anak. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam mendeteksi dini potensi kasus stunting.
“Melalui Posyandu, kesehatan anak-anak dapat dikontrol secara berkala. Ini penting untuk mencegah stunting dan memastikan tumbuh kembang balita berjalan optimal,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Posyandu melibatkan para kader kesehatan desa yang telah dibekali pelatihan, serta mendapat dukungan penuh dari Puskesmas Kawangkoan. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Tak hanya fokus pada balita, Pemerintah Desa Kiawa Dua Barat juga memberikan perhatian serius terhadap kesehatan lansia. Secara berkala, desa menggelar Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) setiap tiga bulan sekali bagi warga lanjut usia.
Posbindu lansia ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan warga, khususnya terkait penyakit kronis seperti asam urat, kolesterol, dan kadar gula darah. Selain pemeriksaan kesehatan, para lansia juga mendapatkan makanan tambahan sebagai upaya menjaga stamina dan kualitas hidup mereka.
Pada pelaksanaan Posyandu bulan Oktober ini, kegiatan semakin semarak dengan kehadiran mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Terpadu (KKT) Tahun 2025 di Desa Kiawa Dua Barat.
Keterlibatan mahasiswa KKT ini memberikan nilai tambah dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat. Mereka turut membantu proses pemeriksaan, pendataan, serta memberikan penyuluhan sederhana kepada para ibu terkait pentingnya gizi seimbang dan pemantauan kesehatan anak.
Salah satu mahasiswa KKT, Amelia Puteri, mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan Posyandu.
“Kami sangat senang melihat partisipasi para ibu yang begitu tinggi. Mereka datang membawa anak-anaknya untuk diperiksa, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga menerima makanan tambahan,” ungkap Amelia.
Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus berkelanjutan karena memiliki dampak besar terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini.
Dengan konsistensi pelaksanaan Posyandu, Posbindu, serta dukungan berbagai pihak, Pemerintah Desa Kiawa Dua Barat optimistis mampu menciptakan generasi yang sehat, bebas stunting, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.(Meyke)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan